SENSOR LDR ALARM ANTI MALING

PENDAHULUAN

Jaman sekarang marak terjadi hal yang tidak baik. Banyak sekali kejahatan yang bermacam macam motifnya. Untuk itu kita harus melakukan pengamanan terhadapa rumah kita. Dengan memasang alarm anti maling di rumah kita. Alarm ini menggunakan sebuah sensor cahaya yaitu LDR. Sensor adalah sesuatu yang digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan lingkungan fisik atau kimia. Variabel keluaran dari sensor yang diubah menjadi besaran listrik disebut Transduser. Pada saat ini, sensor tersebut telah dibuat dengan ukuran sangat kecil dengan orde nanometer. Ukuran yang sangat kecil ini sangat memudahkan pemakaian dan menghemat energi. Pada artikel ini kita memakai sensor LDR yang digunakan untuk mendeteksi adanya maling di saat keadaan yang sepi. Pengertian LDR (Light Dependent Resistor) adalah jenis Resistor yang nilai hambatan atau nilai resistansinya tergantung pada intensitas cahaya yang diterimanya. Nilai Hambatan LDR akan menurun pada saat cahaya terang dan nilai Hambatannya akan menjadi tinggi jika dalam kondisi gelap. Dengan kata lain, fungsi LDR (Light Dependent Resistor) adalah untuk menghantarkan arus listrik jika menerima sejumlah intensitas cahaya (Kondisi Terang) dan menghambat arus listrik dalam kondisi gelap. Naik turunnya nilai Hambatan akan sebanding dengan jumlah cahaya yang diterimanya. Pada umumnya, Nilai Hambatan LDR akan mencapai 200 Kilo Ohm (kΩ) pada kondisi gelap dan menurun menjadi 500 Ohm (Ω) pada Kondisi Cahaya Terang. LDR (Light Dependent Resistor) yang merupakan Komponen Elektronika peka cahaya ini sering digunakan atau diaplikasikan dalam Rangkaian Elektronika sebagai sensor pada Lampu Penerang Jalan, Lampu Kamar Tidur, Rangkaian Anti Maling, Shutter Kamera, Alarm dan lain sebagainya.

DASAR TEORI

a.       Pengertian Resistor
Resistor adalah suatu komponen elektronika yang dapat membatasi aliran
arus listrik. Hampir semua proyek elektronika menggunakan komponen
yang satu ini. Resistor atau tahanan mungkin lebih banyak digunakan dari
pada komponen-komponen lain. Resistor bekerja berdasarkan sifat
resistansi suatu bahan yang dapat menghantarkan listrik

b.      Pengertian Potensiometer
Potensiometer adalah resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang
membentuk pembagi tegangan dapat disetel. Jika hanya dua terminal yang
digunakan (salah satu terminal tetap dan terminal geser), potensiometer
berperan sebagai resistor variabel atau Rheostat. Potensiometer biasanya
digunakan untuk mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali
suara pada penguat.

c.       Pengertian Kapasitor
Kapasitor adalah komponen elektronika yang digunakan untuk
menyimpan muatan listrik, dan secara sederhana terdiri dari dua konduktor
yang dipisahkan oleh bahan penyekat (bahan dielektrik) tiap konduktor di
sebut keping. Kapasitor atau disebut juga kondensator adalah alat
(komponen) listrik yang dibuat sedemikian rupa sehingga mampu
menyimpan muatan listrik untuk sementara waktu. Pada prinsipnya sebuah
kapasitor terdiri atas dua konduktor (lempeng logam) yang dipisahkan oleh
bahan penyekat (isolator). Isolator penyekat ini sering disebut bahan (zat)
dielektrik.
Kegunaan kapasitor dalam berbagai rangkaian listrik adalah:
a. Mencegah loncatan bunga api listrik pada rangkaian yang mengandung
kumparan, bila tiba-tiba arus listrik diputuskan dan dinyalakan
b. Menyimpan muatan atau energi listrik dalam rangkaian penyala
elektronik
c. Memilih panjang gelombang pada radio penerima
d. Sebagai filter dalam catu daya (power supply)

d.      Pengertian Transistor
Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat,
pemotong (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau fungsi
lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana
berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET),
memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber
listriknya.
Cara kerja transistor
Dari banyak tipe-tipe transistor modern, pada awalnya ada dua tipe dasar
transistor, bipolar junction transistor (BJT atau transistor bipolar) dan
field-effect transistor (FET), yang masing-masing bekerja secara berbeda.
Transistor bipolar dinamakan demikian karena kanal konduksi utamanya
menggunakan dua polaritas pembawa muatan: elektron dan lubang, untuk
membawa arus listrik. Dalam BJT, arus listrik utama harus melewati satu
daerah/lapisan pembatas dinamakan depletion zone, dan ketebalan lapisan
ini dapat diatur dengan kecepatan tinggi dengan tujuan untuk mengatur
aliran arus utama tersebut.
FET (juga dinamakan transistor unipolar) hanya menggunakan satu jenis
pembawa muatan (elektron atau hole, tergantung dari tipe FET). Dalam
FET, arus listrik utama mengalir dalam satu kanal konduksi sempit dengan
depletion zone di kedua sisinya (dibandingkan dengan transistor bipolar
dimana daerah Basis memotong arah arus listrik utama). Dan ketebalan
dari daerah perbatasan ini dapat dirubah dengan perubahan tegangan yang
diberikan, untuk mengubah ketebalan kanal konduksi tersebut. Lihat
artikel untuk masing-masing tipe untuk penjelasan yang lebih lanjut.

e.       Pengertian SCR
Silicon Controlled Rectifier atau disingkat SCR adalah suatu jenis dioda
yang dapat menjadi konduktor atau penghantar apabila diberikan arus
pemicu atau arus kemudi. SCR biasa disebut juga dengan istilah thyristor.
Pada SCR, arus pemicu cukup diberikan sekejap saja dan SCR akan terus
bersifat menghantar listrik, berbeda dengan transistor yang harus diberikan
arus pemicu secara terus-menerus pada basisnya

f.       Pengertian LDR
LDR (Light Dependent Resistor) adalah Resistor yang memiliki sifat bilah
terkena cahaya nilai resistansinya akan berubah. Semakin terang cahaya
yang nenyinarinya maka akan semakin kecil nilai resistansinya, dan bila
cahaya semakin gelap maka resistansinya semakin besar.
Photo Resistor/LDR banyak dipakai sebagai alat kontrol elektronik yang
berkaitan dengan menggunakan efek cahaya.

g.      Pengertian Buzzer
Buzzer adalah perangkat elektronika yang terbuat dari elemen
piezoceramics pada suatu diafragma yang mengubah getaran/vibrasi
menjadi gelombang suara. Buzzer menggunakan resonansi untuk
memperkuat intensitas suara.
Buzzer atau beeper memiliki 2 tipe :
- Resonator sederhana yang disuplai sumber AC.
- Melibatkan transistor sebagai micro-oscillator yang membutuhkan
sumber DC

h.      Pengertian Alarm
Alarm secara umum dapat didefinisikan sebagai bunyi peringatan atau
pemberitahuan. Dalam istilah jaringan, alarm dapat juga didefinisikan
sebagai pesan berisi pemberitahuan ketika terjadi penurunan atau
kegagalan dalam penyampaian sinyal komunikasi data ataupun ada
peralatan yang mengalami kerusakan (penurunan kinerja). Pesan ini
digunakan untuk memperingatkan operator atau administrator mengenai
adanya masalah (bahaya) pada jaringan. Alarm memberikan tanda bahaya
berupa sinyal, bunyi, ataupun sinar.

ALAT DAN BAHAN YANG DIPERLUKAN

Daftar komponen yang digunakan
  • Resistor : R1 = 2 K 2 R4 = 2 K 2
  • R2 = 4 K 7 R5 = 1 K
  • R3 = 1 K
  • Kapasitor : C = 150µF / 12 VDC
  • Transistor : TR = BC178
  • SCR : Type SS 3328 atau FIR 3D
  • LDR : Type ORP 12
  • BUZZER : 6VDC
  • SAKLAR : S = Saklar SPDT
  • BATERAI : 6VDC

GAMBAR RANGKAIAN ALARM




CARA KERJA RANGKAIAN (PEMBAHASAN)

Rangkaian alarm ini sangat cocok dipakai untuk mengusir tamu tak diundang atau pencuri. Sebagai komponen utama adalah sebuah sensor yaitu berupa komponen LDR (Light Different Resistance) yang dipasang pada tempat tersembunyi namun mendapat cahaya lampu penerangan yang ada.

Rangkaian alarm ini akan berbunyi apabila ada cahaya yang menyinari LDR terpotong/terhalang oleh orang atau sebuah gerakan yang lewat sensor tersebut.
Telah kita ketahui bahwa komponen-komponen elektronika yang dibutuhkan untuk merangkai alarm diatas mempunyai cara kerja sendiri-sendiri yaitu:
  1. Resistor berfungsi sebagai tahanan listrik yang mempunyai besar tahanan sesuai dengan warna-warna yang ditunjukkan pada transistor.
  2. Kapasitor berfungsi untuk menyimpan muatan listrik. Kapasitor yang digunakan dalam rangkaian alarm ini adalah kapasitor elektrolisis jenis elektrolisis aluminium. Kapasitor jenis ini memiliki terminal positif dan terminal negatif. Kedua terminal ini harus disambungkan dengan polaritas yang benar.
  3. Transistor berfungsi untuk mengalirkan arus melalui terminal emitor dengan polaritas paling negatif, terminal kolektor beberapa volt lebih positif dibandingkan terminal emitor lainnya dan terminal basis lebih positif 0,7 V daripada terminal emitor lainnya.
  4. SCR fungsinya hampir sama dengan Transistor yaitu untuk mengalirkan arus melalui terminal emitor dengan polaritas paling negatif, terminal kolektor beberapa volt lebih positif dibandingkan terminal emitor lainnya dan terminal basis lebih positif 0,7 V daripada terminal emitor lainnya.
  5. LDR (Light Dependent Resistor) yang terdiri dari sebuah piringan bahan semikonduktor dengan dua buah elektroda pada permukaannya. Di bawah cahaya yang cukup terang, banyak elektron yang melepaskan diri dari atom-atom bahan semikonduktor sehingga nilai tahanan listrik bahan rendah. Dan sebaliknya apabila dalam gelap atau dibawah cahaya yang redup, bahan piringan hanya mengandung elektron bebas dalam jumlah yang relatif sangat kecil sehingga nilai tahanan bahan sangat tinggi sehingga alarm dapat bekerja.
  6. Buzzer (speaker) berfungsi sebagai penghasil suara alarm.
  7. Saklar SPDT (Single-Pole, Double-Throw) berfungsi untuk menyambung dan memutuskan arus listrik yang mengalir pada alarm.
  8. Baterai berfungsi sebagai sumber daya pada alarm.

Apabila saklar pertama dihidupkan, maka alarm yang bekerja adalah alarm yang pertama yaitu yang diletakkan pada pintu rumah. Sehingga apabila ada seorang maling yang masuk kedalam rumah melalui pintu, maka cahaya yang menyinari sensor (LDR) akan terpotong dan alarm akan berbunyi.

Jika saklar kedua dihidupkan, maka alarm yang bekerja adalah alarm yang kedua yang diletakkan pada ruangan atau bagian dalam rumah. Dimana cara kerja rangakaian alarm yang kedua, apabila ada orang yang bergerak didalam ruangan tersebut, maka akan mengakibatkan cahaya yang menyinari sensor (LDR) akan terhalang dan alarm akan berbunyi.

Sedangkan apabila kedua saklar dihidupkan, maka alarm yang bekerja adalah kedua-duanya, sehingga apabila ada seorang pencuri yang masuk melalui pintu maupun terdapat gerakan didalam ruangan rumah maka alarm akan berbunyi, dan sebaliknya apabila kedua saklar alarm dimatikan maka tidak ada alarm yang bekerja.

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa rangkaian alarm anti maling tersebut dapat berbunyi ketika sensor (LDR) dalam keadaan gelap atau tidak mendapat cahaya lampu, karena jika sensor (LDR) dalam keadaan gelap mempunyai tahanan yang lebih tinggi daripada sensor (LDR) dalam keadaan yang tersinari cahaya, sehingga alarm dapat bekerja atau berbunyi.

DAFTAR PUSTAKA
http://teknikelektronika.com/pengertian-ldr-light-dependent-resistor-cara-mengukur-ldr/
https://de-kill.blogspot.com/2008/03/perancangan-alarm-anti-maling.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Sensor


Comments

  1. Thx utk infonya..jgn lupa mampir yuk ke http://elementmtb.com/sepeda-anti-maling/

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts